Jerawat ini muncul pada sekitar usia satu tahun dan mungkin memiliki periode remisi dan periode eksaserbasi. Hal ini sering dimulai dengan bintik kecil berwarna hitam, seperti komedo, sekitar poros pada bulu dagu dan bibir bawah. Ini memang tidak mengganggu kucing anda, meskipun jerawat tersebut akan menjadi kemerahan, benjolan akan terinfeksi yang dapat gatal dan menyakitkan. Pada kasus-kasus kronis bulu akan rontok dan kehilangan pigmentasi.
Penyebab pasti dari jerawat kucing tidak diketahui karena hal ini dianggap sebagai penyakit di mana jumlah yang berlebihan dari minyak yang dihasilkan oleh kelenjar folikel bulu / rambut. Jerawat ini terdapat pada kucing baik dari jenis kelamin laki-laki atau perempuan, hormon tampaknya tidak berperan dalam kasus ini.
Yang harus diperhatikan adalah
* Frekuensi dan parahnya gejala, tapi itu sangat bervariasi tergantung pada kucing itu sendiri.
* Pembentukan komedo di dagu dan bibir bawah
* Pembengkakan dagu
Pada gejala yang parah akan tampak :
* Kemerahan
* Rambut rontok
* Nyeri
Diagnosa dari jerawat kucing sebagian besar didasarkan pada tanda-tanda klinis. Namun demikian, penyakit lain yang mungkin terlihat mirip dengan jerawat yang terdapat pada daerah dagu, maka sebaiknya anda membawa kucing kesayangan anda ke dokter hewan yang bisa anda kunjungi, karena tim dokter hewan anda dapat melakukan kerokan kulit luarnya dan menyingkirkan jamur / bakteri yang memungkinkan terjadinya infeksi kudis dan jamur pada kulit.
Tindakan Perawatan
Di rumah, anda mungkin bisa melakukan perawatan dengan cara membasuh bagian yang berjerawat atau bagian yang kemerahan dengan air hangat yang sudah diberi garam secukupnya atau memberikan krim antibakteri atau antijamur agar mensterilkan daerah tersebut. Hal ini bisa anda lakukan sekali atau dua kali dalam seminggu dan memerlukan waktu sekitar 10 menit yang bertujuan untuk menghapus sebum yang berlebihan pada kulit.
Pada kasus yang parah anda mungkin perlu memberikan obat sistemik, diantaranya antibiotik, obat antijamur, steroid atau retinoid. Antibiotik biasanya diberikan selama beberapa minggu. Mereka dapat menyebabkan iritasi lambung dan hilangnya nafsu makan yang menyebabkan mual (anoreksia) dan diare. Obat antijamur memiliki potensi penyakit merangsang hati, sehingga setiap kehilangan nafsu makan harus segera dilaporkan kepada dokter hewan Anda. Efek samping lainnya termasuk muntah dan diare.
Selalu perhatikan dan perlakukanlah kucing kamu dengan kasih sayang.






0 komentar:
Posting Komentar