
Di usus terdapat berbagai macam bakteri yang tidak berbahaya dan berfungsi membantu mencerna makanan agar dapat diserap dan dimanfaatkan kucing yang disebut flora usus. Perkembangan flora usus juga sesuai dengan bahan-bahan yang terdapat pada makanan. Beberapa jenis flora berkembang lebih banyak dan lebih efektif dalam mencerna nutrisi yang berasal dari jagung. Beberapa flora lain juga berkembang secara spesifik untuk mencerna protein yang berasal dari ayam. Semakin beragam komposisi makanan, semakin beragam juga jenis flora usus. Dan setiap jenis atau merek makanan kucing memiliki komposisi nutrisi dan bahan utama yang berbeda.
Bila kucing diberi satu jenis makanan dalam jangka waktu lama, flora yang berkembang di usus juga menyesuaikan diri untuk mencernanya. Sehingga jika terjadi pergantian makanan secara tiba-tiba dalam jumlah banyak, flora usus tidak akan bisa langsung menyesuaikan diri dengan makanan baru secara cepat. Akibatnya sebagain besar makanan tidak tercerna dan terjadilah diare.
Kucing yang terbiasa dengan makanan yang bervariasi biasanya tidak bermasalah dengan perubahan makanan secara tiba-tiba. Namun pada kucing dengan saluran pencernaan yang sensitif, pergantian makanan dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Proporsi makanan baru pun bisa dinaikan sedikit demi sedikit agar flora usus kucing dapat menyesuaikan dengan makanan baru.
Tips mengganti makanan kucing:
| 1. | Hari 1 dan 2, campur 30% makanan baru ke 70% makanan lama. |
| 2. | Hari 3 dan 4, campur 50% makanan baru ke 50% makanan lama. |
| 3. | Hari ke 5 dan 6, campur 70% makanan baru ke 30% makanan lama. |
| 4. | Hari 7, 100% makanan baru boleh diberikan pada kucing. |






0 komentar:
Posting Komentar